Pendi On Marketing Research

Descriptive, Predictive & Diagnostic

The History of Structural Equation Modelling

Posted by mrpendi pada Februari 1, 2008

Structural Equation Modelling (SEM) merupakan gabungan dari dua metode statistik yang terpisah, yaitu analisis faktor (factor analysis) yg dikembangkan di ilmu psikologi dan psikometri daan model persamaan simultan (simultaneous equation modeling) yang dikembangkan di ekonometrika.

Analisis faktor pertama kali diperkenalkan oleh Galton (1869) dan Pearson (1904). Penelitian Spearman (1904) merupakan pengembangan model analisis faktor umum. Dalam penelitiannya berkaitan dengan struktur kemampuan mental, Spearman menyatakan bahwa uji interkorelasi antar kemampuan mental dapat menentukan faktor kemampuan umum dan faktor-faktor kemampuan khusus. Penelitin ini menghasilkan persamaan struktural dalam bentuk sebagai berikut:

Di mana  merupakan korelasi populasi antara skor tes I dan tes j sedangkan  dan  merupakan penimbang (loading) yang berhubungan dengan tes I dan tes j pada faktor secara umum.

Penelitian Spearman dan lainnya (Thomson, 1956; Vernon, 1961) terkenal dengan sebutan British School of Factor Analysis. Namun demikian tahun 1930 an perhatian bergeser pada penelitian L.L. Thurstone dan kawan-kawan di University of Chicago. Menurut Thorstone sebetulnya tidak hanya ada satu faktor umum kemampuan yang diikuti dengan faktor-faktor khusus seperti dipostulatkan oleh Spearman, tetapi ada beberapa kelompok faktor umum yang disebut primary mental abilities.

Pada tahun 1950an dan 1960an, analisis faktor mendapatkan popularitas di kalangan para peneliti dan dikembangkan lebih lanjut oleh beberapa peneliti seperti Joreskog dan Lawley (1971) yang menggunakan pendekatan atas dasar maksimum likelihood (ML). pendekatan ini memungkinkan para peneliti menguji hipotesis bahwa ada sejumlah faktor  yang dapat menggambarkan interkorelasi antar variabel. Dengan konsep meminimumkan fungsi maksimum likelihood maka didapatkan likelihood ratio chi square test untuk menguji hipotesis bahwa model yang dihipotesiskan cocok atau sesuai (fit) dengan data. Pengembangan lebih lanjut menghasilkan metodologi analisis konfirmatori faktor (confirmatory factor analysis) yang memungkinkan pengujian hipotesis berkaitan dengan jumlah faktor dan pola loadingnya. Analsisi faktor yang bersifat eksploratory dan confirmatory sampai saat ini merupakan metodologi analisis kualitatif yang popular di bidang penelitian ilmu social.

Model persamaan struktural merupakan gabungan dari analisis faktor dan analisis jalur (path analysis) menjadi satu metode statistikkomprehensif. Analisis jalur sebagai cikal bakal persamaan struktural bermula dari penelitian Swwk Wright di bidang biometrika. Kontribusi utama Wright adalah mampu menunjukkan bahwa korelasi antar variabel dapat dihubungkan dengan parameter dari suatu model yang digambarkan dengan diagram jalur (path diagram). Wright jugmenyatakan bahwa model persamaan yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengestimasi pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total. Aplikasi pertama kali dari analisis jalur oleh Wright secara statistic ekuivalen  dengan analisis faktor yang dikembangkan oleh Spearman.

Perkembangan lebih lanjut terjadi di bidang ekonometrika yang menggambarkan model matematik dari suatu fenomena ekonomi. Ekonometrika yang relevan dengan model persamaan struktural dikembangkan oleh Haavelmo (1934) yang mengembangkan model interdependen antar variabel ekonomi dengan menggunakan sistempersamaan simultan sebagai berikut:

Dimana y adalah vektor variabel endogenous (dependen), x adalah vektor variabel exogenous (independen),   adalah vektor gangguan (error disturbance), sedangkan B dan  merupakan koefisien matrik. Persamaan ini merupakan inovasi di bidang ekonometrik modeling. Pengembangan lebih lanjut dari persamaan simultan ini merupakan agenda dari Cowles Commision for Research in Economic yang berkumpul di Universitas of Chicago tahun 1945. Kelompok ini mengembangkan persamaan simultan dengan metode estimasi maksimum likehood.

Kebanyakan model persamaan struktural  yang dipake dalam riset pemasaran merupakan kombinasi dari kedua metode yang telah dibahas di atas yaitu model persamaan simultan di antara variabel latent. Penggabungan kedua metodologi ini ke dalam kerangka analisis yang koheren didasarkan atas sumbangan Joreskog (1973), Keesling (1972), dan Wiley (1973). Seperti dinyatakan oleh Joreskog (1973) model persamaan struktural  umum terdiri dari dua bagian: (a) bagian pengukuran, yang menghubungkan observed variable ke latent variable melalui model konfirmatori faktor, dan (b) bagian struktural, yang menghubungkan antar latent variable melalui sistempersamaan simultan. Estimasi terhadap parameter model menggunakan estimasi maksimum likehood. Dalam hal tidak terdapat kesalahan pengukuran di dalam observed variable maka model tersebut menjadi menjadi model persamaan simultan yang dikembangkan di ekonometrika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: