Pendi On Marketing Research

Descriptive, Predictive & Diagnostic

Sekilas Tentang Segmentasi Apriori dan Post-Hoc

Posted by mrpendi pada Februari 5, 2008

Secara umum, proses segmentasi terbagi menjadi dua, yaitu: segmentasi apriori dan post-hoc. Dalam segmentasi apriori, definisi-definisi segmen diketahui di muka sebelum data mengenai penjualan produk tertentu dikumpulkan. Dalam hal ini, marketer melakukan sorting dari pasar yang luas (konsumen-konsumen) ke dalam kelompok-kelompok menurut kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Kadang-kadang data diperoleh dari biro-biro riset, yakni mengenai perilaku konsumen secara menyeluruh, data-data psikografis, geografis, daya beli dan sebagainya. Hasilnya adalah segmen-segmen yang berisi konsumen-konsumen yang homogen yang ingin ditargetkan. Marketer tinggal memilih, segmen mana yang hendak ditargetkan dan menyesuaikan produk dan cara berkomunikasinya dengan segmen tersebut.

Struhl (1992) menyebut segmentasi apriori sebagai predetermined segmentation dan kebanyakan ahli pemasaran bila berbicara tentang segmentasi pasar pada umumnya mengacu pada pendekatan apriori. Bagi Struhl, pendekatan ini dianggap sebagai penyalahgunaan konsep segmentasi karena kelompok-kelompok itu dapat melakukan respons yang berbeda-beda terhadap produk yang berbeda. Dalam hal inilah para ahli segmentasi mengembangkan segmentasi post-hoc.

Segmentasi post-hoc sedikit berbeda dan relatif agak sulit dilakukan karena peneliti dituntut untuk menguasi metode penelitian dan teknik-teknik statistik yang agak canggih. Dalam segmentasi post-hoc kita mencari kelompok-kelompok konsumen yang serupa dalam hal bagaimana mereka berperilaku, apa yang mereka pikirkan, inginkan atau ketahui, dan atau kombinasi-kombinasi variabel lainnya seperti social-ekonomi-demografi. Karena keterbatasan ketrampilan dan teknologi riset, praktisi biasanya sudah merasa puasmelihat table distribusi frekuensi yang mewakili cirri-ciri konsumen aktualnya. Padahal tabel ini masih harus diolah lagi, dikelompok-kelompokan, dan dalam beberapa hal dikaitkan dengan variabel-variabel lainnya. Analisis seperti ini akan sangat membantu marketer memahami konsumennya dan perubahan-perubahan yang terjadi di pasar dari waktu ke waktu.

Teknik-teknik statistic yang dikembangkan memang agak rumit karena bersifat multidimensional dan kompleks (Myers, 1996). Segmentasi post-hoc justru dilakukan setelah Anda melakukan kegiatan pemasaran. Anda ingin melihat siapa konsumen Anda sebenarnya (actual consumers). Struhl (1992) menyebut teknik post-hoc ini sebagai market-defined segmentation. Menurut Struhl: “Market-defined (“post-hoc”) segmentation tries to identify segments based on actual market investigations, in particular, analysis of answers to survey questions intending to predict marketplace responses.

Dengan demikian kiranya jelas bahwa segmentasi post-hoc dilakukan setelah kegiatan pemasaran dilakukan dan ditujukan untuk melihat kelompok-kelompok responden yang sekarang menjadi konsumen actual Anda. Mau mencoba??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: